Saturday, October 8, 2011

Manajemen Berbasis Sekolah

Senin, 3 Oktoer 2011 di ruang 306 gedung Daksinapasti FIP UNJ. Bapak Amril Muhammad memberikan kuliah tentang Manajemen Berbasis Sekolah atau Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah.

Latar belakang dari MBS yaitu :
1 .'Program peningkatan mutu pendidikan telah dilaksanakan selama enam pelita dengan investasi cukup besar, namun mutu pendidikan masih rendah'.
2. 'Sekolah lebih tau keleihan, kelemahan dan kebutuhan dirinya'.
3.  'Pengamatan terhadap sekolah bermutu dan sekolah yang turun mutunya'.

Pada kenyataannya kemampuan pendidikan IPA, Bahasa, Matematika Indonesia ketika disurvei di 50 negara, Indonesia berada diurutan antara 41-45. Maka perlu dijadikan bahan acuan untuk dunia pendidikan Indonesia lebih maju ke depannya.
Sekolah bermutu adalah sekolah yang berotonomi (mandiri), karena mampu mengolah, memilih yang terbaik, dibantu oleh pemerintah namun tidak ditentukan oleh pemerintah. Setelah diberi otonomi pasti akan muncul rasa tanggung jawab.

4. 'Pembinaan pendidikan selama ini lebih bersifat "input oriented"
5. 'Regulasi birokrasi terhadap penyelenggaraan pendidikan terlalu ketat'
6. 'Partisipasi masyarakat elum optimal'
7. 'Hasil studi tentang effective school'


Diberi contoh dari kebijakan Manajemen Sentralistik (sebelum reformasi) adalah sikap dan perilaku pada sekolah. Yang pertama sekolah hanya mengikuti peraturan, menunggu petunjuk dan pasif. Yang kedua inisiatif dan kreativitas kurang berkembang. Yang ketiga tanggung jawab kurang dan cenderung melempar tanggung jawa ke atas. Yang keempat bersikap birokratik, artinya meniru apa yang dilakukan/praktek pejabat diatasnya. Yang kelima ekerja mekanistik dan repetitive. Yang keenam semangat kerja kurang (kurangnya motivasi). Yang ketujuh aspirasi kurang direspon oleh sekolah (ide, pembaharuan budaya, spiritual, dan sosial ekonomi).

Setelah itu dilanjutkan dengan Karakteristik Manajemen Berbasis Sekolah yaitu :
1. kemandirian, yaitu dapat mengolah dan memilih yang terbaik tanpa harus ditetapkan oleh pemerintah.
2. Pendayagunaan sumber (Sumerdaya manusia / Sumberdaya Non-Manusia) apabila memiliki kemampuan.
3. Pemberdayaan masyarakat, yaitu mendayagunkan apayang ada dimasyarakat
4. Transparasi
5. Akuntabilitas, yaitu pemahan dan keterampilan yang sesuai dengan apa yang dipelajari dan sesuai dengan apa yang diharapakan.

Selanjutnya Bapak Amril Muhammad menjelaskan tentang Esensi Umum Manajemen Berbasis Sekolah. Pertama adalah adanya "Framework" (kerangka acuan) nasional yaitu desentralisasi. Yang kedua adanya "National Lines" garis besar pedoman secara nasional.Yang ketiga perbedaan pengelolaan sekolah negeri dan swasta tidak terlalu besar. Dan yang terakhir adalah bahwa MBS tidak dengan sendirinya (otomatis) meningkatkan mutu pendidikan kalau hanya ditafsirkan secara harfiah, sebagai devolusi kewenangan dari pusat ke sekolah serta tidak disertai kesadaran akan mutu pendidikan, sehingga doeperlukan manajemen mutu pada tingkat sekolah dengan strategi "effective school".

Pembahasan selanjutnya mengenai Ciri Sekolah Efektif, adalah
1. Lingkungan tertib dan aman
2. Visi, Misi, dan target yang jelas
3. Kepemimpinan yang kuat
4. Pengembangan staf
5. Tingkat harapan yang tinggi
6. evaluasi untuk perbaikan proses belajar  mengajar
7. Partisipasi orang tua dan masyarakat
8. Adanya komitmen untuk bersama sama meningkatkan mutu.

Ciri ciri tersebut hanya mungkin segera dilakukan secara optimal melalui SBM (School Basic Mangement)

Manajemen berbasis sekolah pasti memiliki tujuan, salah satu tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah. Ini dimaksudkan agar mutu pendidikan dapat ditingkatkan dengan cara kemandirian sekolah-sekolah yang terus ditingakatkan dan memberikan keleluasaan kepada sekolah agar dapat menyalurkan aspirasi dan inisiatif yang dimiliki.

Selanjutnya langkah MPMBS (Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah). Ada enam langkah MPMS, antara lain :
1. Evaluasi diri (self-assesment)
2. Perumusan visi, misi, dan target mutu yang jelas
3. Perencanaan program kegiatan
4. Pelaksanaan program kegiatan
5. Monitorong dan evaluasi program
6. Penetapan target mutu baru.


yang terakhir dijelaskan adalah kontrol pelaksanaan MBPS. Setiap kegiatan pasti memiliki kontrol, kontrol pelaksanaan MPMBS adalah yang pertama transparansi Manajemen sekolah, yang kedua akuntabilitas atau dapat memahami dan sesuai dengan apa yang dipelajari dan diharapkan. yang ketiga bench marking (Evaluasi internal / eksternal).

Manajemen Berbasis Sekolah sangat diperlukan dalam dunia pendidikan Indonesia, khususnya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan Indonesia yang masih tergolong rendah. Dengan MBS, diharapkan mutu pendidikan Indonesia dapat mengalami peningkatan dengan cara menjadikan sekolah mandiri dan memberikan otonomi kepada sekolah agar tujuan MBS dapat tercapai.


No comments:

Post a Comment