Jakarta, 21 November 2011, di ruang 306 gedung daksinapati UNJ, Kelompok 4 melakukan presentasi tentang Pengambilan Keputusan Secara Rasional. Presentasi dilakukan oleh kelompok 4, yang terdiri dari Angga Harizki, Atikah Ariyanti, Harisatunisa, dan Zahratul Khusniah.
Pengambilan Keputusan Secara Rasional
Pengambilan keputusan ialah sebuah proses yang dinamis untuk menyelesaikan permasalahan organisasi yang sedang diproses maupun yang sering terjadi. Proses pengambilan keputusan rasional dibedakan dari metode yang lain dalam pengambilan keputusan karena mengikuti tiga tahap berurutan yang berbeda tetapi saling terkait, yaitu (1) menyetujui dan mengartikulasikan objek organisasi tujuan serta prioritas penentuan tujuan, (2) mengumpulkan, menganalisis dan mengevaluasi informasi dalam program yang berbeda dari tindakan. Informasi ini bersama-sama dengan data lain, seperti dari pengamatan lingkungan, digunakan untuk membuat dugaan tentang konsekuensi masa depan dari pilihan alternative, (3) memilih perangkat terbaik dalam tindakan yang dinilai paling mungkin untuk pencapaian tujuan yang maksimal.
Ada perdebatan panjang dalam pengelolaan dan literatur ekonomi yang berasal dari Simon (1947), bahwa model rasional dalam pengambilan keputusan terlalu ideal untuk selalu digunakan dalam praktek. Banyak dari mereka menganggap bahwa organisasi tidak atau tidak bisa bertindak rasional mendefinisikan perilaku rasional. Spesifikasi matematis perilaku rasional dalam teori ekonomi mengasumsikan bahwa organisasi dapat menentukan tujuan dalam istilah fungsi kegunaan. Kegunaan organisasi tergantung pada tujuan yang ditetapkan, dan preferensi peringkat organisasi dalam tujuan berbeda ditentukan rumus matematis. Kegunaan organisasi ini kemudian di asumsikan dimaksimalkan pada kendala yang di hadapi organisasi (misalnya: anggaran). Dengan demikian organisasi memilih untuk mengejar berbagai tujuan masing-masing yang menjamin maksimisasi kegunaan.
Definisi tidak jelas dari pengambilan keputusan rasional meliputi konsep tentang rasionalitas Simon, yang dibatasi keterbatasan kapasitas intelektual para pengambil keputusan untuk pemrosesan informasi. Tidak semua informasi mungkin berhubungan sehingga harus dipertimbangkan , proses keputusan yang rasional memerlukan beberapa pertimbangan pilihan tindakan akan kemungkinan dampak dalam tujuan organisasi.Pengambilan keputusan rasional memerlukan pemilihan tindakan yang dinilai lebih mungkin dibandingkan pilihan alternatif untuk mengarah pada pencapaian tujuan organisasi.
Citra Dinda Pratami Ayu, Manajemen Pendidikan 2010 Universitas Negeri Jakarta
Manajemen Pendidikan Nasional, Amril Muhammad, S.E M.Pd
No comments:
Post a Comment